Beberapa minggu sebelum aku meninggalkan kelas 1 aliyah, surat keputusan Mudirulma’had (pimpinan pon-pes) al-falah menetapkanku sebagai salah satu ketua asrama santri baru. mendapatkan posisi ini tentu punya nyaman wan sakitnya. karena seorang ketua asrama dituntut bertanggung jawab atas perilaku seluruh anggota asrama, apalagi yang akan kuurus adalah santri baru yang belum mengenal apa pesantren itu sebenarnya. disamping itu aku sekarang juga memangku jabatan berat sebagai ketua dari FPP(Forum Pena Pesaantren), sebuah organisasi santri yang bergerak di bidang sastra. buat kakawanan yang membaca tulisan ini, ulun minta nasehat wan papadah untuk menjadikan ulun seorang pemimpin yang konsisten terhadap tugas.

Jadi kaingatan waktu masih santri. Alhmdllh, q sukses jd ketua asrama.
Sayangi anak buah lah…
EHem,,,
selamat z yach!!
Jd,santri teladan nc,hehee….
hi. .kamal